UNTUK KONSULTASI SILAHKAN TINGGALKAN PESAN ANDA

Selasa, 05 Januari 2016

Lambang Perguruan Tenaga Dalam Hawa Murni

Bersama ini kami beritahukan kepada seluruh Anggota Perguruan Tenaga dalam Hawa Murni dimanapun berada bahwa telah ditetapkan bahwa Lambang Perguruan Tenaga Dalam Tingkat Dasar Adalah Sebagaimana yang tampak pada postingan kami ini, sedangkan untuk tingkat orang tua tetap menggunakan lambang yang lama 




Minggu, 27 Desember 2015

Acara Naik Tingkat PTD Hawa Murni ( Pengambilan Udeng Hitam dan Ikat Kepala Merah)

Salah seorang Murid Hawa Murni Berpose bersama Sang Guru Buya Misriadi HM

Pemasangan Tenda yang di koodinatori Oleh Mas Budi HM
Peninjauan Persiapan Perkemahan oleh Buya Misriadi, HM




Lokasi Pengambilan Ikat Kepala Merah




Kamis, 10 September 2015

Pengertian Dzikir

Perkataan Dzikir dibentuk dari akar kata Dzakara – Dzikran yang artinya menyebut. Bila dengan bentuk ADZ-DZUKRU , ADZ-DZIKRATU, AT-TADZAKKARU “ Ingat “ ADZ-DZAKARU = Alat Fital lkai-laki , MUDZAKKAR = jenis jantan ( Laki-laki) MUDZAKKARAH = beringat ingatan ( berdiskusi) dari keseluruhan arti kata yang terkandung dalam kata Dzikir kita dapat merasakan ada makna tersirat yang terkandung didalamnya yaitu merupakan aktivitas. Mengingat merupakan aktifitas fikiran, alat vital dapat aktif diluar kontrol otak, laki-laki adalah jenis yang kelamin yang lebih aktif sedangkan berdiskusi merupakan aktiftas bersama.

Karena adanya Potensial Power didalam jiwa manusia yang mengalir kedalam tiga arah yang menuju kedalam pikiran, kedalam hati dan kearah hawa nafsu maka hakikat zikir adalah meng ON kan Power itu.

Al-Quran menjelaskan sebagai berikut :
“ Orang-orang yang berzikir kepada Allah SWT pada saat berdiri, duduk atau berbaring mereka tafakkur ( befikir berfilsafat ) tentang ciptaan Allah dilangit dan dibumi ( Q.S. 3 Ali Imran : 191 ) ayat ini menjelaskan bentuk zikir dengan tafakkur yaitu berfikir, berfilsafat untuk mengkaji/ menganalisa ayat-ayat Allah baik yangKauniyah maupun yang Quraniyah.

Dalam ayat lain dijelaskan “ Apakah belum sampai waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusu qolbu mereka dalam berfikir kepada Allah SWT... (Q.S 57 Al-Hadid : 16)”  ayat tersebut diatas menyatakan bentuk dzikir dengan cara mengkhusukan hati . hati yang khusu artinya hati yang tuntuk  atau merendakan hari atau hati yang penuh khidmat”


Dalam ayat lain di jelaskan sebagai berikut “ Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Allah dan dzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung ( Q.S 62 Al-Jumuah : 10 ). Berdasarkan ayat diatas dapat kita defenisikan bahwa cara lain berzikir kepada Allah yaitu dengan beraktifitas kerja mencari karunia Allah SWT. Dzikir dengan cara yang ketiga ini tidak dibahas didalam kitab ini sebab bisa anda lakukan dengan mudah. 

Selasa, 01 September 2015

BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH VIA DZIKIR

BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH VIA DZIKIR

Ada tiga macma cara bagi umat islam untuk berkomunikasi dengan Allah SWT yaitu dengan Sholat, dengan Doa dan dengan Zikir. Sholat merupakan suatu ibadah yang dilakukan pada waktu tertentu dengan tata cara yang telah ditentukan atau ditetapkan sedangkan doa merupakan inti dari sholat tersebut dan dapat dilakukan diluar sholat dalam kebutuhan –kebutuhan mendesak dan caranya tidak  ditetapkan adapun Zikir dapat dilakukan pada setia saat kapan saja dan dimana saja karena zikir merupakan jiwa (Ruh) dari ibadah kepada Allah. Zikir ada didalam sholat ada didalam doa ada didalam ingatan dalam perasaan terutama dalam hati.

            Jelasnya zikir itu adalah aktivitas jiwa yang semestinya tidak pernah lekang dari ingatan, perasaan (hati) karena itu orang-orang sering mengartikan zikir dengan ingat, sebut, dan kadang kala diartikan dengan membaca beberapa bacaan yang merupakan TASBIH, TAKBIR, TAHLIL, TAHMID, TAQDIS, HAUQALAH, HAMDALAH, BASMALAH, ISTIFAR  dll.